Senin, 24 November 2008

PPD Targetkan Satu Kursi Setiap Provinsi

Kapanlagi.com - Partai Persatuan Daerah (PPD) hanya menargetkan 33 kursi di DPR RI pada Pemilu legislatif 2009, dengan menyiapkan sebanyak 159 calon anggota legislatif (caleg).

"Target PPD pada Pemilu 2009 sederhana saja, hanya 33 kursi DPR-RI untuk 33 provinsi. Targetnya, hanya satu kursi dari setiap provinsi," kata Ketua Umum Partai Persatuan Daerah (PPD), Oesman Sapta Odang, saat berbicara pada pembukaan acara pembekalan Caleg DPR-RI PPD di Wisma DPR RI, Cisarua, Bogor, Minggu (2/11) malam.

Dikatakannya, PPD tidak mau terlalu berambisi dan takabur seperti parpol lainnya yang membuat target muluk-muluk.

"Meskipun targetnya hanya 33 kursi, jika ternyata perolehan kursi di Pemilu 2009 nanti lebih dari target, itu lebih bagus," kata Oesman.

Pendiri PPD ini kemudian membandingkan dengan target dan perolehan kursi pada Pemilu 2004. Dijelaskannya, pada Pemilu 2004, PPD hanya menargetkan 50 kursi di DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota.

"Karena PPD adalah partainya orang daerah yang berkomitmen menyuarakan aspirasi masyarakat daerah, maka target awal kami adalah memperoleh kursi di daerah," katanya.

Dari target 50 kursi, katanya, ternyata memperoleh 117 kursi. Ini menunjukkan PPD adalah partai yang benar-benar menjadi harapan masyarakat daerah.

Sejalan dengan perkembangan politik nasional, kata dia, maka PPD tidak cukup hanya memiliki kadernya di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, tapi harus memiliki kader di DPR RI.

Salah satu pertimbangannya, kata dia, karena minimnya kewenangan yang dimiliki Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di MPR RI.

Guna mewujudkan target perolehan kursi di DPR RI, PPD melakukan sejumlah strategi dan manuver untuk mempopulerkan partainya sekaligus meningkatkan konstituennya.

Manuver tersebut dilakukan dengan merombak struktur pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) sekaligus merekrut figur populer.

Di struktur pengurus DPP, ditempatkan beberapa figur baru seperti, Adhi M Massardi (juru bicara mantan Presiden Abdurrahman Wahid) sebagai Wakil Ketua Umum, Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Soerio Soebagio alias Sys NS (mantan pengurus DPP Partai Demokrat) sebagai Sekretaris Jenderal, Herman Rasyid sebagai Ketua Bidang Polkam, serta Dimas Wahab (pengusaha) sebagai Ketua Bidang Ekuin dan Pembangunan.

Bahkan, PPD juga meminta pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai pembina.

Sedangkan, strategi peningkatan konstituen yang siap dilakukan yakni setiap kader diminta menarik 10 orang di sekitarnya, dan ini dilakukan secara berantai.

"Strategi kami sederhana saja, yakni setiap orang merekrut 10 orang secara berantai, sehingga konstituen akan meningkat secara berlipat. Strategi ini bisa dilakukan secara efisien, tidak perlu membuang uang banyak seperti kampanye terbuka," katanya.

kapanlagi.com

Tidak ada komentar: